Lampung Timur, Ungkap.id,- Pembangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2026 di Desa Tulung Pasik Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur menimbulkan masalah, Sabtu (10/10/2026).
"Dikarenakan pembangunannya tidak baik, pasangan saluran air irigasi di persawahan diduga asal - asalan saat pemasangan paving bloknya tidak lurus, tidak rapi dan ada dugaan saat pencetakan paving bloknya mengurangi material sehingga berakibat kualitasnya kurang bagus.
Pasalnya di lokasi pembangunan yang sudah dipasang paving blok ada beberapa paving di saluran air irigasi cacing rusak dan patah dilantai maupun di dinding saluran tersebut masih juga dipaksakan untuk dipasang.
Ada dugaan pada saat pencetakan paving blok kualitasnya kurang baik dan buruk diduga mengurangi semenya saat pencetakan paving blok yang dikerjakan oleh ketua P3A Desa Tulung Pasik.
Kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) ini bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2026, dan sudah dikerjakan oleh pihak Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Tulung Pasik secara swakelola dengan kualitas buruk.
Kualitas pembangunanya kurang rapi kurang dan kurang bagus, dikarenakan ada beberapa paving blok yang rusak dan patah dipaksakan untuk dipasang, diduga saat pencetakan paving blok mengurangi semenya.
Ketua P3A Desa Tulung Pasik Siswanto saat di konfirmasi capaian realisasi program bantuan P3-TGAI mengatakan, pekerjaanya sudah selesai tinggal merapikan pinggiran saluran air tetapi nenunggu petani panen.
Saat ditanyakan paving blok yang rusak dan patah sengaja dipasang apakah sudah diganti, Sis menjawab sudah, ternyata setelah cek di lokasi pembangunan P3-TGAI belum juga diganti yang bagus, melainkan dengan sengaja tidak diganti.
Sekarang cuma hanya pinggir saluran air yang belum di ratakan aja menunggu panen. Tetapi itu tanggung jawab disamping - samping saluran air. Untuk pekerjanya sudah maksimal, "Kata Kata Sis kepada wartawan ungkap.id dalam wawancaranya.
Sis menerangkan, bahwa pekerjaannya sudah bagus dan selesai pembangunanya. Saat ditanyak ada berapa paving blok yang rusak dan masih dipasang menjawab tidak dihitung, "Ucapnya.
Yang pecah hanya ditambah saja. Tetap kita pasang karena masih kuat, tadinya untuk ujung. Kalau diganti pekerjanya ngongkosin lagi jadi yaudah di pasang tambal aja. Sebenarnya sesuai juknis harus bagus semua yang dipasang.
Pekerjanya masyarakat desa disini aja. Untuk upah pekerja kuli dan tukang sebesar 120 ribu sama rata dengan cara kerja harian. Pekerjanya berjumlah 20 orang tapi yang satunya sudah berhenti, "Paparnya.
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) memiliki aturan yang sangat jelas dan tidak boleh dilanggar, merujuk pada Permen PUPR no. 4 tahun 2021 dan surat edaran Dirjen SDA No. 02/SE/D/2024 harus sesuai petunjuk teknik, serta paving blok rusak atau patah agar diganti yang bagus supaya awet dan bisa dirasakan untuk jangka waktu lama.
Diharapkan dinas - dinas terkait atau bidang pengawasan seperti Balai Besar, Kepolisian dan Kejaksaan agar mengecek progres pembangunan capaian realisasi program bantuan P3-TGAI Desa Tulung Pasik. Dikarenakan sumber dananya dari aspirasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026.
Pihak media membuka jalur hak jawab guna berimbangan pemberitaan.
(Siska Dinata)
Social Footer