PRINGSEWU, Ungkap.id,- 20/ 7 juli, Warga Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, mendesak Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD), untuk turun langsung meninjau dan mengevaluasi proyek pembangunan jalan rigit beton di wilayah mereka. Senin 20/7/2026
Desakan ini muncul setelah proyek yang seharusnya meningkatkan infrastruktur itu justru dinilai membahayakan dan sudah memakan korban.
Selain minim pengawasan dan rambu-rambu, pengerjaannya juga patut dipertanyakan dari segala segi. Ini sudah makan korban, tegas warga saat dikonfirmasi.
Menurut warga, ada dua kejanggalan besar dalam proyek tersebut:
1. *Rawan Kecelakaan*: Minimnya rambu peringatan dan pengawasan di lokasi membuat pengguna jalan tidak aman, terutama malam hari.
2. *Rawan Banjir*: Jalan dibangun tanpa disertai talud (drainase) dan saluran pembuangan air. Warga khawatir saat musim hujan tiba, air akan melimpah ke halaman dan masuk ke rumah-rumah.
Kalau hujan turun, semua air larinya ke pelataran kami. Bisa-bisa rumah kami kebanjiran, kata salah satu warga.
Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Pringsewu, *Yurizah Alie*, menyatakan akan mengambil langkah hukum dengan melayangkan surat terbuka kepada Gubernur Lampung dan dinas terkait.
Keluhan warga ini sudah selayaknya diperhatikan. Bahkan sudah ada beberapa warga yang minta dibantu menyampaikan aspirasinya karena keluarganya terkena musibah di jalan ini, ujar Yurizah Alie.
Warga mengaku berterima kasih atas pembangunan jalan tersebut. Namun mereka menuntut keselamatan dan kenyamanan juga jadi prioritas.
Kami bingung mau bertanya dan mengadu ke siapa terkait pekerjaan ini. Mohon Pak Gubernur perhatikan. Kami butuh jalan yang aman, bukan jalan yang mencelakai, pinta warga Pardasuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Provinsi Lampung maupun pelaksana proyek terkait keluhan warga. (Ros)
Social Footer