MAKASSAR — Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga kembali diperkuat melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Makassar (UNM), melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), dan Perkumpulan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI) dalam penyelenggaraan National Strength and Conditioning Course (NSCC) Level 1 tahun 2026.
Kegiatan ini resmi dibuka pada Sabtu (25/4) di FIKK UNM, Makassar, dengan suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Rangkaian acara diawali dengan doa, menyanyikan lagu kebangsaan, serta penampilan seni bela diri yang merefleksikan kekayaan budaya olahraga Indonesia.
Ketua panitia yang juga Dekan FIKK UNM terpilih periode 2026–2030, Dr. Andi Atssam Mappanyukki, S.Or., M.Kes., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara institusi akademik dan organisasi profesi dalam menghadirkan wadah pengembangan kompetensi pelatih fisik yang terstruktur dan berstandar nasional. Ia menekankan pentingnya integrasi antara teori dan praktik guna mencetak pelatih yang adaptif, profesional, serta mampu menjawab tuntutan olahraga modern.
Perwakilan PPFI, Luky Afari, M.Pd., menyampaikan bahwa organisasinya terus berkembang dan kini telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Melalui sistem sertifikasi berbasis standar nasional, PPFI berkomitmen mendorong lahirnya pelatih fisik tersertifikasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat sinergi dengan FIKK UNM dalam pengembangan kapasitas pelatih.
Sementara itu, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan, Dr. Ahmad Rum Bismar, M.Pd., menekankan bahwa pelatih fisik memiliki peran fundamental dalam membangun prestasi atlet. Menurutnya, keberhasilan atlet sangat ditentukan oleh kualitas program latihan yang dirancang secara ilmiah dan terukur.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan KONI Makassar, Prof. Dr. Hasyim, M.Pd., yang menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembinaan olahraga daerah. Ia menyebut peningkatan kualitas pelatih sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan prestasi olahraga nasional.
Plt. Dekan FIKK UNM dalam sambutannya menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar dalam mencetak pelatih fisik bersertifikasi nasional melalui kolaborasi berkelanjutan dengan PPFI. Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi dalam pengembangan olahraga Indonesia.
Sebanyak 80 peserta dari berbagai daerah, seperti Lampung, Samarinda, Ternate, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan, mengikuti pelatihan ini. Tingginya antusiasme tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap peningkatan kompetensi di bidang strength and conditioning.
Kegiatan yang berlangsung hingga 27 April 2026 ini menghadirkan instruktur nasional berpengalaman, antara lain Luky Arafi, M.Pd., Ikrar Setia Rahadi, S.Pd., Reza Laksmana, S.Pd., dan Selvi Dwi Sri Maria, S.Pd., dengan pendekatan pembelajaran yang komprehensif.
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi simbol penguatan kolaborasi antara FIKK UNM dan PPFI dalam mendorong profesionalisme pelatih fisik Indonesia, sekaligus langkah nyata menuju masa depan olahraga nasional yang lebih maju, terstruktur, dan berdaya saing global. (*Rz)


Social Footer