Makassar – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Sutarno menyapa dan memberikan pengarahan kepada warga binaan terkait komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) kepada warga binaan di blok-blok hunian, Kamis (26/3). Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural serta regu pengamanan Lapas Kelas I Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, Sutarno melakukan kontrol langsung ke setiap blok hunian sekaligus memberikan pengarahan kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga lingkungan Lapas yang bersih dari praktik Halinar. Pengarahan ini menjadi bagian dari upaya penguatan komitmen bersama antara petugas dan warga binaan dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan bebas dari pelanggaran.
Sutarno menegaskan bahwa penerapan *Zero Halinar* merupakan kebijakan penting yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak di dalam Lapas, baik petugas maupun warga binaan.
“Kami menegaskan bahwa di Lapas Kelas I Makassar tidak ada tempat bagi handphone, pungutan liar, maupun narkoba. Komitmen *Zero Halinar* harus kita jaga bersama demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tegas Sutarno.
Selain memberikan pengarahan, Sutarno juga membuka ruang dialog dengan warga binaan untuk mendengar langsung berbagai aspirasi dan masukan terkait pelaksanaan pembinaan di dalam Lapas. Suasana interaktif terlihat saat warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat serta kendala yang mereka hadapi.
Menurutnya, keterbukaan komunikasi menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan serta mendukung keberhasilan program pembinaan di dalam Lapas.
“Kami tidak hanya menyampaikan aturan, tetapi juga ingin mendengar. Setiap masukan dari warga binaan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan ke depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Halinar serta mendukung terciptanya proses pembinaan yang lebih tertib, aman, dan berintegritas.


Social Footer