Jakarta, Ungkap.id,- Tragedi kematian Ermanto Usman, pensiunan PT JICT (anak perusahaan Pelindo), kini memicu desakan publik untuk mengusut sejumlah nama besar yang sempat disebut korban sebelum wafat. Ermanto ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah di kediamannya, Bekasi (2/3), sementara sang istri masih dalam kondisi kritis.
Keluarga meyakini ini bukan sekadar perampokan, melainkan pembunuhan berencana sebagai upaya pembungkaman. Pasalnya, dalam kesaksiannya di podcast Forum Keadilan TV, Ermanto secara spesifik menyebut deretan nama tokoh berpengaruh terkait dugaan penyimpangan pengelolaan terminal: Erick Thohir (disebut 33 kali) Garibaldi (Boy) Thohir (disebut 23 kali) Patrick Sugito Walujo (disebut 12 kali) Rini Soemarno (disebut 10 kali) Anak korban, Fiandy A Putra, menegaskan bahwa sang ayah menyadari risiko besar saat mencoba membuka kebenaran demi nasib pekerja lapangan.
Desakan senada datang dari Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, yang meminta kepolisian bergerak cepat mengungkap apakah ada kaitan antara kesaksian berani korban dengan serangan maut yang menimpanya. Publik kini menuntut transparansi penuh. Jika ini benar upaya pembungkaman, maka keamanan bagi siapa pun yang berani bicara benar sedang dalam pertaruhan besar. Penegak hukum diminta mendalami motif di balik penyebutan nama-nama tokoh besar tersebut dalam kesaksian terakhir korban. Source: Forum Keadilan TV / Berita Terkini Materi digunakan untuk tujuan informasi sesuai prinsip fair use dalam UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Hak cipta tetap milik pemegangnya. Untuk penghapusan atau kerja sama, hubungi kami via DM/email. #ErmantoUsman #ErickThohir #HukumIndonesia #UpdateBerita #kriminal #Ungkap.id


Social Footer