Breaking News

Miris Pekerja Buruh Harian Vila milik Vokalis Kangen Band Selama dua Minggu Tidak di Bayarkan.

Pesawaran, Ungkap.id,-Di balik kemegahan pembangunan vila mewah milik Andika "Babang Tampan", vokalis Kangen Band, di Pesawaran, tersimpan deretan masalah yang menoreh luka bagi warga dan pekerja.

Proyek yang digadang sebagai simbol kesuksesan itu justru berbalik menjadi sumber konflik, dengan tuduhan pelanggaran hak pekerja, perusakan infrastruktur publik, dan pengabaian terhadap lahan warga.

"Ini urusan hidup-mati bagi kami,ujar seorang pekerja harian lepas yang enggan namanya disebutkan, dengan nada getir.ucapnya 

Salah satu Pekerja itu terpaksa membawa suaranya ke awak media 03-02-2026,setelah imbalan atas keringat yang dikucurkan selama dua minggu tak kunjung dibayar. "Kami kerja harian, makan sehari-hari bergantung pada upah itu. Harusnya, sebagai figur publik yang dielu-elukan, justru memberi teladan memenuhi hak pekerja paling dasar", tegasnya.

Meski tidak mengetahui secara persis kontraktor lapangan, keyakinannya kuat bahwa proyek tersebut adalah milik Andika.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada hak dasar pekerja. Warga sekitar mengeluhkan akses jalan yang semula layak, kini berubah menjadi medan terjal dan bergelombang akibat gempuran truk-truk pengangkut material proyek.

"Ini jalan umum, bukan jalan proyek pribadi. milik bersama, malah harus memutar dan mencari jalan yang lebih baik, protes seorang warga.

Kesal warga kian memuncak akibat sikap yang dinilai tidak bertanggung jawab. Membangun untuk kemewahan diri sendiri itu boleh, tapi jangan mengorbankan kepentingan warga yang sudah menempati daerah ini jauh sebelumnya.

"Rusak, ya perbaiki. Itu tanggung jawab moral paling minimal,tegas seorang pengguna jalan lainnya".

di sisi Lain.,dampak fisik langsung dirasakan pemilik kebun. Tanaman cabai dan pepaya yang ditanam dengan susah payah, dilaporkan rusak dilindas kendaraan proyek.

Yang lebih memedihkan, hingga saat ini tidak ada itikad baik dari pihak manajemen proyek untuk sekadar datang, mengakui kesalahan, dan membuka dialog tentang ganti rugi.

"Saya tidak menuntut yang muluk-muluk. Cukup diajak bicara secara baik-baik. Tapi ini, seperti kami dan tanaman kami tidak dianggap. Padahal, mobil-mobil mereka yang merusak", keluh pemilik kebun dengan kekecewaan mendalam.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Media berupaya menghubungi Andika selaku pemilik proyek maupun kontraktor pengawas lapangan untuk mendapatkan penjelasan atau tanggapan atas semua keluhan ini. Namun, belum ada respons yang diterima.

Proyek vila mewah ini kini menjadi ujian nyata bagi citra publik sang musisi. Di satu sisi, ia dipuja penggemar, di sisi lain, ia dituding mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan di sekitar proyeknya sendiri.(Rls)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close