Bandar Lampung, Ungkap.id,- Diduga dampak dari ketidak sesuaian nilai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur SPPG Kabuhan Ratu 3, beberapa penerima manfaat dari beberapa sekolah ingin mengajukan pindah dapur. Seperti contoh nya yang terjadi di sekolah......., beberapa orang tua penerima manfaat beserta dewan guru protes menu yang diberikan secara rapel untuk 4 hari, rabu sampai dengan saptu yang berupa 2 kotak kecil susu, 2 biji roti, 2 butir telur , 2 bungkus roti regal kecil serta 12 butir kurma.
Dalam hitungan menu kecil, maka nilai kesesuai anggaran yang diterima penerima manfaat adalah 8000 x 4 hari yaitu 32. 000. Sementara kalau dilihat dari menu yang diberikan bila ditotal dengan harga warung paling tinggi senilai 23.000.
Ada lebih kurang 7000 anggran yang tidak terserap ke penerima manfaat.
Hal ini menurut penerima manfaat, tidak hanya mereka sebagai penerima manfaat, tetapi negara sebagai pihak yang membayar dapur tersebut ikut dirugikan.
"Sebagai pihak yang menyuplay MBG dapur SPPG Labuhan Ratu 3 Ini sudah ga benar ini, kami ingin mengajukan pindah dapur MBG" Ucap salah satu wali murid......
Selain itu mereka mengeluhkan MBG yang di rapel sekaligus untuk beberapa hari, karena stok makanan yang diperuntukan untuk keesokan harinya akan mengalami busuk atau berjamur dan tentunya akan berpengaruh kepada kesehatah putra-putri mereka.
Sementara Fajar selaku kepala SPPG dapur Labuhan Ratu 3 yang dihubungi media ini via telpon WatsApp rabu,(25-02-2026) membenarkan pihaknya memberikan MBG pada hari rabu untuk kebutuhan sampai hari saptu. Tapi dia membantah bila menu MBG yang diberikan dibawah kesesuain anggaran.
"Iya bang, memang kita mulai menyalurkan MBG pada hari rabu ini, kita berikan sekaligus untuk 4 hari yaitu jatah untuk hari rabu sampai dengan Saptu. Kalau dikatakan ada ketidak sesuain harga didalam nilai menu, kami rasa engga lah, menurut kami sudah sesuai." Jelas Fajar.
"Dan perlu di ketahui juga bahwa kami membuat laporan pertanggung jawaban itu setiap hari, selalu kami tembuskan ke pihak kepolisian, kejaksaan, BPK dan satgas MBG" tambahnya.
"Terkait ada pihak sekoah yang ingin pindah dapur karena merasa tidak puas dengan pelayanan kami, kami persilakan, buat saja permohonan pindah dapur, tapi kami tolong diberitahu" Tutupnya.
Aminudin,salah satu warga Labuhan Ratu Raya yang juga pegiat media menanggapi hal tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Amiekancil tersebut, pihak dapur patut mendengarkan keluhan warga masyarakat peneriman manfaat MBG. Jangan sampai terbukti mengurangi anggaran dan kwalitas menu yang sudah ditentukan. Karena menurutnya dapur sudah mendapatkan keuntungan, jadi tidak diperbolehkan mengurangi kwalitas dan kwantitas serta nilai anggaran MBG. Kalau ini terjadi menurutnya, bukan hanya tidak tercapai tujuan MBG, tetapi terindikasi ada tindakan korupsi.
Berkaitan dengan MBG yang berikan sekaligus untuk beberapa hari, apaun alasa nya menurut Aminudin, tidak dibenarkan. Secara aturan seharusnya distribusi MBG dilakukan setiap hari itu menjadi ketentuan dari BGN,sistem rapel tidak pernah dibenarkan.
"Itu Kepala SPPG dan katanya ada ahli gizi nya paham ga si, tujuan MBG tersebut salah satunya untuk menjamin terpemenuhinya gizi harian penerima. Kalau di rapel pemberian nya, siapa yang menjamin makan tersebut tidak dimakan sekaligus, sehingga untuk hari-hari berikutnya sudah ga ada lagi. Selain itu bila jatah MBG untuk hari-hari berikutnya tidak segera dimakan, siapa yang menjamin kwalitas makanan yang rawan basi dan berjamur tersebut tetap baik?. Jangan karena ingin mengurangi cos transpotrasi MBG pemilik Dapur merugikan penerima manfaat, jangan akal-akalan" Jelas Aminudin
Oleh sebab itu, dia berhatap dapur SPPG Labuhan Ratu 3 segera berbenah, perbaiki terkait kwalitas, kwantitas serta pelayanan bila masih ingin beroperasi. (Tim)


Social Footer