Lampung, Ungkap.id,- Mari kita main hitung-hitungan liar ala warung kopi.
Pemerintah dipusingkan dengan cicilan Kereta Cepat Whoosh sebesar Rp 1,2 Triliun per tahun selama 97 tahun ke depan. Di sisi lain, ada anggaran raksasa Rp 71 Triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun pertama.
Secara matematis, jika program MBG dihentikan sementara (puasa) selama kurang lebih 100 hari saja, dananya bisa dialihkan untuk membayar LUNAS sisa utang bengkak Whoosh.
Beres! Tidak ada lagi utang lintas abad. Tidak ada lagi beban generasi sampai tahun 2123.
Terdengar jenius? Sangat.
Tapi kenapa tidak dilakukan? Jawabannya bukan di kalkulator, tapi di ranah Gengsi Politik dan Efek Kejut Sosial.
1. BENTURAN DUA "ANAK EMAS" 🥇
Whoosh adalah Legacy (warisan kebanggaan) Presiden sebelumnya.
MBG adalah Holy Grail (program mahkota) Presiden saat ini.
Meminta Presiden saat ini untuk menyunat atau "mempuasakan" program mahkotanya sendiri demi membayari utang proyek kebanggaan era sebelumnya adalah sebuah kemustahilan politik.
Itu sama saja menyuruh pimpinan baru puasa makan siang demi melunasi tagihan kartu kredit mantan bos yang dipakai beli mainan mahal. Gengsinya di mana?
2. DEMO EMAK-EMAK VS DEMO EKONOM 🗣️
Mari bicara realita lapangan.
Jika utang Whoosh dicicil diam-diam lewat APBN selama 97 tahun, yang marah "hanya" para pengamat ekonomi, mahasiswa, dan netizen di X (Twitter). Rakyat kecil tidak langsung merasakan tarikan uangnya, karena biayanya diselundupkan perlahan lewat kenaikan PPN 12% atau pemotongan subsidi lain. Semuanya terasa smooth dan tak terlihat.
Tapi, bayangkan jika jatah nasi kotak anak sekolah dihentikan 100 hari!
Emak-emak se-Nusantara akan turun ke jalan. Kuali dan panci akan dipukul. Reaksi sosialnya instan dan meledak. Pemerintah jauh lebih takut menghadapi kemarahan urusan perut hari ini, daripada kemarahan cicit kita 90 tahun lagi.
3. ILUSI "KREDIT PANCI" 💳
Pemerintah kita terjebak dalam mentalitas "Kredit Panci".
Lebih suka melihat angka kecil tapi mengikat seumur hidup (Rp 1,2 T/tahun), daripada melihat uang kas negara ludes belasan triliun di satu waktu untuk pelunasan. Selama masih bisa dicicil pakai uang pajak rakyat, kenapa pejabat harus pusing memikirkan pelunasan di depan? Toh, saat lunas 97 tahun lagi, pejabat yang sekarang memimpin sudah tidak ada.
SIMPULAN YANG PAHIT
Membayar utang kereta orang kaya pakai jatah makan anak sekolah memang terdengar zalim. Tapi mewariskan utang seabad kepada anak-cucu yang bahkan belum lahir juga tidak kalah kejam.
Pada akhirnya, kita sadar: Kegagalan merencanakan keuangan di masa lalu, kini menyandera perut dan masa depan kita di masa kini.
Sambil makan nasi kotak MBG, mari doakan agar anak-cucu kita kelak sanggup membayar tagihan rel besi yang mungkin saat itu sudah jadi barang rongsokan.
#LogikaAPBN #WhooshVsMBG #UtangNegara #MakanBergiziGratis #EkonomiRI #OpiniPublik #PajakRakyat #KeadilanSosial


Social Footer