Breaking News

MBG Ramadhan : Bergizi atau Sekedar Takjil?

Lampung, Ungkap.id,-  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi nasional. Namun ketika Ramadan tiba, publik mulai bertanya:
yang dibagikan ini benar-benar paket gizi… atau hanya menu takjil versi proyek?

Di lapangan, isi paket sering terlihat seperti ini: roti manis, telur, susu UHT, kurma atau buah, kadang ditambah kacang atau kue.
Secara kasat mata memang “ada karbohidrat, protein, dan serat”. Secara proposal — lolos.
Secara kenyang — belum tentu.

Standar Gizi di Atas Kertas vs Realita di Tangan

Di materi resmi, angka kandungan gizi terlihat meyakinkan:

Energi: ±400 kkal

Protein: ±18 gram

Lemak: ±20 gram

Karbohidrat: ±60 gram

Angka yang rapi. Akademis. Layak presentasi.

Tapi yang sampai ke siswa sering kali:

roti kecil

telur rebus

susu kotak

buah ukuran minimalis

camilan kering

Ini lebih mirip menu berbuka puasa sederhana daripada makan utama untuk menunjang pertumbuhan.

Pertanyaannya sederhana:
Ini makan bergizi… atau paket takjil bersubsidi?

---

Ramadan: Momentum Gizi atau Momentum Proyek?

Ramadan justru menjadi musim panen bagi rantai distribusi:

Pengadaan bahan

Pengemasan

Vendor katering

Transportasi

Manajemen SPPG

Semakin banyak paket dibagikan → semakin besar anggaran berputar.

Sementara itu, penerima manfaat hanya memegang: sepotong roti + telur + susu.

Yang kenyang siapa?
Yang tumbuh siapa?
Yang untung siapa?

---

SPPG: Pelaksana Gizi atau Mesin Ekonomi Baru?

SPPG secara fungsi adalah pelaksana pemenuhan gizi.
Namun dalam praktiknya, ia juga menjadi:

pusat belanja bahan massal

pusat pengemasan paket

pusat distribusi anggaran

Artinya, setiap paket yang “secara administrasi memenuhi standar” tetap dihitung sukses — terlepas dari apakah anak benar-benar kenyang atau tidak.

Program jalan.
Laporan rapi.
Anggaran terserap.
Target tercapai.

Soal kualitas? Itu urusan foto dokumentasi.

---

Gizi Itu Bukan Sekadar Ada Susu dan Telur

Gizi bukan checklist:

☑ ada protein
☑ ada karbohidrat
☑ ada buah

Gizi adalah:

porsi cukup

kualitas bahan

keberlanjutan konsumsi

dampak pada pertumbuhan

Kalau setelah makan masih lapar, itu bukan makan bergizi.
Itu snack bergizi.

---

Ironi Ramadan

Di bulan ketika: umat berpuasa seharian,
anak sekolah menahan lapar lebih lama,

yang datang justru paket yang porsinya lebih dekat ke takjil daripada makan utama.

Simbolis? Ya.
Mengenyangkan? Belum tentu.
Menguntungkan sistem? Sangat.

---

Kesimpulan

MBG Ramadan hari ini berada di persimpangan:

Apakah ini benar-benar: ➡ program pemenuhan gizi anak

atau berubah menjadi: ➡ proyek distribusi takjil berskala nasional?

Karena jika ukuran keberhasilan hanya: “paket sudah dibagikan”

maka yang tumbuh bukan generasi sehat —
melainkan rantai bisnis baru di sekitar program. (Tim)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close