Breaking News

Ironi Penghargaan Polisi Inspiratif, Eks Kapolres Bima Justru Terlibat Kasus Narkoba

Lampung, Ungkap.id,- Kadang, realitas itu lebih plot twist daripada drama Korea. Baru kemarin sore dipuja-puja sebagai pahlawan, eh... hari ini malah ketahuan jadi penjahat di balik seragam.

Inilah kisah tragis sekaligus memalukan dari AKBP Didik Putra Kuncoro, mantan Kapolres Bima Kota yang karirnya hancur lebur dalam sekejap.

- Penghargaan yang Menipu Mata.
Masih segar dalam ingatan, Agustus 2025 lalu, AKBP Didik berdiri gagah menerima piala emas. Judul penghargaannya mentereng: "Best Inspiring and Visionary Leader 2025". Wow... Pemimpin yang menginspirasi dan visioner. Tapi ternyata, "visi" beliau bukan memberantas narkoba sampai ke akar, melainkan diduga memelihara akarnya supaya tetap subur. Sungguh inspirasi yang... mindblowing.

- Anak Buah "Bernyanyi" Merdu.
Borok ini terbongkar bukan karena penyelidikan detektif, tapi karena "nyanyian" anak buahnya sendiri, AKP Malaungi. Saat tertangkap, Malaungi ogah pasang badan sendirian. Dia blak-blakan bilang: "Saya cuma jalanin perintah atasan." Ternyata, sabu seberat hampir setengah kilogram itu diduga titipan sang Kapolres.

- Saweran 1 Miliar dari Bandar.
Ini bagian yang bikin geleng-geleng kepala. Seorang bandar bernama Koko Erwin disebut-sebut menyetor uang Rp 1 Miliar ke AKBP Didik. Uangnya diputar cantik lewat rekening orang lain, diambil ajudan, lalu katanya dipakai buat beli mobil. Mungkin bagi beliau, memberantas narkoba itu kurang menguntungkan dibanding "berteman" dengan bandarnya.

Kesimpulannya: Piala dan piagam penghargaan di dinding kantor itu ternyata cuma kertas usang yang tak ada harganya dibanding integritas. Kalau polisinya saja main mata sama bandar, wajar kalau rakyat jadi trust issue. Mungkin tahun depan perlu ada kategori penghargaan baru: "Best Acting in Real Life".(rls)

Disadur dari: Tribunnews

#akbpdidik #kapolresbima #polri #narkoba #skandalhukum #faktaunik #ironi #polisi #stopnarkoba #kriminal

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close